Tuhan memang selalu baik. Padahal hambanya tidak henti-hentinya melakukan dosa. Dikirimkannya aku seseorang yang mampu menghapus tangis dan kesedihanku yang menahun. Ia buang trauma dan ketakutanku. Ia membuatku bangkit lagi. Menyatukan kembali kepingan-kepingan kepercayaan diriku yang pernah hancur. Yang meyakinkan aku kembali bahwa aku layak untuk dicintai dengan demikian tulus. Ia membuatku merasa demikian berharga. Ia yang selalu melihat diriku sempurna dengan segala yang ada padaku. Ia yang selalu melihat segala kelebihanku dengan segenap kekurangan yang kupunya. Ia yang membuatku kembali merasakan jatuh cinta dan menangis bahagia lagi karena cinta. Ia yang tidak pernah marah ketika aku marah. Ia hanya diam dan mendengar kemarahanku, tanpa pernah balik marah, tanpa pernah dibahasnya lagi, hingga kemudian aku yang meminta maaf dan ia hanya dengan tulusnya berkata tidak apa-apa. Ia yang selalu memberikan pelukan yang hangat untuk tempatku bersandar dan menangis....
Seminggu yang lalu, kami sekeluarga liburan di Dieng dan menginap di sebuah villa estetik dengan nuansa kayu. Di malam pertama, kami menghabiskan waktu dengan barbeque time di serambi villa di tengah dinginnya angin malam. Kami memasak bersama, tak terhitung berapa gram daging yang masuk ke mulutku. Ketika akan tidur, aku merasa tidak nyaman dan nyeri pada dada kiriku. Ini bukan yang pertama kalinya, nyeri dada ini beberapa kali kualami. Seingatku ketika kuliah di tahun 2014 aku juga pernah merasakan nyeri yang sama, kemudian tahun 2017 saat aku training pekerjaan di Jakarta, dan beberapa kali lagi setelah itu namun aku tak ingat. Aku tidur dengan tidak nyenyak, karena napas sesak dan nyeri di dada hingga keesokan paginya. Esoknya, ketika kami pergi ke tempat wisata pun, napasku sangat pendek. Aku tak kuat untuk berjalan jauh atau naik tangga meskipun pendek. Menaiki tangga pendek sudah membuatku tersengal-sengal hingga tak bisa bicara. Aku memang sudah lama tak olahraga, ap...
Saya sedang duduk seorang diri di sebuah burjo berkonsep kafe sepulangnya dari bekerja. Sementara musik instrumental "Untukku" mengalun berkali-kali melalui bluetooth TWS yang terpasang di telinga, hingga tak menyadari hujan deras tengah melanda di luar sana. Saya begitu lelah saat ini. Hanya ingin segera pulang, mandi menyegarkan badan, lalu tidur. Tapi setelah menyelesaikan pekerjaan, saya malah tergoda untuk menulis blog yang membuat saya menahan diri untuk pulang. Namun terima kasih untuk tulisan-tulisanku di blog, yang menyadarkan saya bahwa kelelahan yang saya hadapi saat ini adalah impian hidup saya berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang lalu. Saya lelah memang, namun jauh di lubuk hati, inilah memang kehidupan yang saya dambakan. Hidup saya begini-begini saja dan kadang melelahkan, namun terima kasih Tuhan, saya menikmati dan mensyukurinya. Semakin lelah dan sibuk namun bertambah BB Terkadang ketika menyetir mobil seorang diri, ketika playlist lagu 2000-an terput...
Comments
Post a Comment